Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi Nasional

Tak Perlu ke Luar Rumah, Kata Ahok Beli Bensin Bisa Diantar

Gambar
OKEZONE.ASIA - PT Pertamina (Persero) menyediakan layanan pesan antar (Pertamina Delivery Service/PDS). Lewat program itu, masyarakat tidak perlu keluar rumah sebagai upaya pemerintah menekan penyebaran virus corona. Lewat akun Twitternya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengumumkan Pertamina menyediakan layanan antar khusus pembelian Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Pelumas Fastron, Bright Gas, dan Elpiji. "Pertamina Delivery Service unt membantu seluruh aktivitas kamu selama Work From Home. #PertaminaDeliveryService tersedia di beberapa wilayah. Info lebih lengkap segera hubungi Pertamina Call Center 135," kata Ahok dalam akun @basuki_btp yang dikutip detikcom, Senin (23/3/2020). Layanan ini terbuka selama 24 jam dengan pengiriman dari jam 08.00-20.00 WIB. Cukup menghubungi 135 sebelum pukul 17.00 WIB, barang yang Anda pesan akan langsung diantar di hari yang sama. Berikut daftar daerah yang sudah dapat menikmati layanan PDS : 1. Kota...

Sri Mulyani Tak Punya Program Mumpuni, Ekonomi Indonesia Makin Kedodoran

Gambar
OKEZONE.ASIA - Kebijakan tim ekonomi Presiden Joko Widodo yang dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) dinilai makin kedodoran saat menghadapi pandemik virus corona atau Covid-19. Peneliti senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata mengatakan, paket ekonomi dari tim ekonomi Jokowi tidak bermanfaat. Sebab, sebelum adanya pandemik Covid-19, ekonomi Indonesia sudah alami perlambatan. "Jauh sebelum jatuh tempo utang dan Corona, ekonomi Indonesia memang lambat. Hanya 0,1 persenan. Bisa dikatakan, tidak ada paket kebijakan ekonomi spektakuler dari SMI cs," ucap Dian Permata, Selasa (24/3). Paket kebijakan ekonomi yang dimaksud lulusan Magister Universitas Sains Malaysia ini ialah gencarnya pemerintah menggelontorkan uang untuk infrastruktur. "Pemilihan bugeting besar di infrastruktur jalan dan lain-lain juga tidak membuat ekonomi Indonesia terkerek. Justru sebaliknya, industri pendukung infrakstruktur seperti Kratakau Steal tidak mendapat 'kue...

Dapat Pinjaman Rp. 5 Triliun Dari World Bank, Pengamat: Tunjukkan Ekonomi Indonesia Semakin Anjlok

Gambar
OKEZONE.ASIA - Indonesia akan kembali menerima uang pinjaman 300 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 5 triliun dari World Bank di tengah wabah virus corona atau Covid-19. Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun mengatakan, dengan disetujui pinjaman itu, semakin menunjukkan ekonomi di Indonesia semakin anjlok. "Tujuan pinjaman tersebut jelas juga diakui Kementrian Keuangan untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia mereformasi sektor keuangan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang saat ini stagnan melempem dan anjlok," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/3). Apalagi, kata Ubedilah, pandemik Covid-19 pun membuat ekonomi semakin terpuruk. Sehingga, dengan pinjaman uang tersebut menunjukkan pemerintahan Presiden Jokowi mengakui ketidakmampuannya mengelola ekonomi. "Apalagi Covid-19 seperti Tsunami yang makin membuat ekonomi Indonesia terpuruk yang memang sebelumnya sud...

Sandiaga Uno Akan Biayai Keluarga Korban Virus Corona

Gambar
OKEZONE.ASIA - Pengusaha sekaligus mantan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno ambil bagian dalam upaya penanganan pasien virus corona atau Covid - 19. Dalam video yang diunggah di Instagram, Sabtu 21 Maret 2020 malam, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan siap untuk menanggung biaya hidup keluarga yang kepala keluarganya positif terinfeksi virus corona. "Dalam sebuah keluarga, peran yang paling penting adalah seorang kepala keluarga atau tulang punggung keluarga. Bagaimana jika tulang punggung keluarga ini ternyata positif terkena corona atau Covid-19 dan termasuk dalam PDP atau Pasien Dalam Pengawasan?" demikian tulis Sandi Uno dalam keterangan unggahan tersebut. Hingga Minggu pagi, 22 Maret 2020 postingan itu telah disukai oleh 120.717 pengguna Instagram. Sandiaga merincikan bahwa langkah itu merupakan wujud empati dan kepedulian tim OK OCE. Dengan bekerjasama dengan sejumlah pihak, termasuk Yayasan Dana Abadi Surga, pihaknya akan menanggung biaya kebutuhan dasar ...

Turun Lebih Dari 5%, Bagaimana Nasib IHSG Selanjutnya?

Gambar
OKEZONE.ASIA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I ditutup 5,33% ke level 4.099,09 mendekati harga terendah 6 September 2013, saat itu IHSG berada pada level di 4.072,35. Tekanan jual diprediksi masih akan terjadi pada sesi II. Berdasarkan data BEI, pada sesi I nilai transaksi tercatat Rp 2,44 triliun dengan jual bersih asing (net sell) sebesar Rp 432,08 miliar. Wabah virus corona yang semakin masif membuat IHSG selama tahun berjalan (YTD) anjlok 34,93%. Hari ini, perdagangan saham sempat dihentikan 30 menit dari pukul 09.37 hingga 10.07 waktu JATS karena IHSG kembali anjlok 5,01%. IHSG dihentikan sementara (trading halt) saat berada di posisi 4.113,65 poin. Ini merupakan penghentian perdangan yang keempat, setelah OJK dan BEI menerapkan aturan untuk menghentikan perdagangan (trading halt), jika IHSG turun 5%. Saham-saham yang menjadi pemicu koreksi IHSG, diantaranya saham PT bank Central Asia Tbk(BBCA)yang terkena auto rejection bawah (ARB) 7%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk...

Rupiah Makin Anjlok, DPR Harus Panggil Jokowi!

Gambar
OKEZONE.ASIA - Indonesia tak hanya dipusingkan dengan merebaknya virus corona baru (Covid-19) yang jumlah penderitanya masih terus bertambah. Kondisi ini makin runyam karena nilai tukar rupiah pun melorot tajam dalam beberapa hari terakhir. Bisa dibilang nilai Rupiah semakin babak belur. Setelah tembus Rp 15.000 per dolar AS pada Selasa lalu (17/3). Hari ini, Kamis (19/3), rupiah tembus Rp 16.052 per dolar AS pada pukul 10.32 WIB. Angka tersebut hanya sedikit lebih rendah dari nilai tukar rupiah pada Juli 1998 atau ketika terjadi krisis moneter. "Atas semua kebijakan dan akibat-akibatnya, adalah berasal dari perbuatan penyelenggara tertinggi negara yaitu Presiden RI dan para pembantunya yang salah atau keliru," ucap Ketua Aliansi Anak Bangsa, Damai Hari Lubis, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/3). Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Damai Hari Lubis meminta penanganan secara kontitusi atas hal ini. Yakni DPR RI selaku delegasi rakyat membuat pansus dan se...

Jika Ambles 7,7%, IHSG Bisa Jatuh ke Bawah Level 4.000

Gambar
OKEZONE.ASIA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi turun di bawah level 4.000 jika terus tertekan pada perdagangan hari ini. Tekanan jual tampaknya masih terjadi menyusul sentimen negatif dari penyebaran virus corona (COVID-19). Hingga pukul 13.51 WIB, Kamis ini (19/3/2020), data BEI mencatat, IHSG terkoreksi 5,41% level 4.096,49 kehilangan 233,98 poin dibandingkan penutupan Rabu kemarin. IHSG bisa keluar dari level 4.000 jika IHSG terkoreksi 7,7% dibandingkan penutupan IHSG kemarin. Saat ini nilai transaksi di BEI tercatat mencapai Rp 2,88 triliun. Sebanyak 372 saham terkoreksi, 27 saham menguat dan 81 saham harga tak berubah. Saham-saham yang mendorong pelemahan IHSG hari ini antara lain, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 7%, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBCA) turun 6,69%, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) minus 6,41%, saham PT Merdeka Cooper Tbk (MDKA) ambles 5,45% dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 6,99%. Koreksi IHSG ini juga dipengar...

Rupiah Loyo, Eksportir-Importir Beli Dolar Berapa Hari Ini?

Gambar
OKEZONE.ASIA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cukup tajam pada Kamis (19/3). Hal ini berdampak pada pelaku usaha sektor riil yang membutuhkan dolar. Wakil Ketua Kadin Indonesia bidang perdagangan yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia Benny Soetrisno mengatakan pergerakan rupiah ini cukup memberikan tekanan. Ia mengaku membeli dolar hari ini Rp 15.700/US$. Ini mengacu pada Kurs USD, 19 Maret 2020 Bank Indonesia --Rp15,790.56 - Rp15,633.44. "Sudah tidak aman bagi Importir dan jual domestic," kata Benny kepada CNBC Indonesia, Kamis (19/3). "Kalau kita beli pakai kurs atas kalah kita jual dollar US$ pakai Kurs bawah .Kalau pasar spot di money changer sudah lewat 16,000,- kalau kita beli," katanya. Pada Kamis (19/3/2020), Perbankan telah menjual dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 16.000. Salah satunya PT Bank Central Asia Tbk (BCA/BBCA). Info kurs yang diakses mobile banking BCA pada Kamis (19/3/2020) pukul 12:10 WIB terlihat posis...

Sri Mulyani Tambah Rp 27 T Lawan Corona, Uangnya dari Mana?

Gambar
OKEZONE.ASIA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyiapkan dana sekitar Rp 27 triliun untuk menangkal penyebaran virus corona (covid-19). Uangnya dari mana? Berdasarkan data APBN Kita yang dikutip, Kamis (19/3/2020), dana tersebut berasal dari realokasi beberapa pos anggaran di kementerian/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah (TKD). Sri Mulyani sendiri sudah menerbitkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 yang ditujukan agar setiap K/L bisa memindahkan pos pembiayaan. Mulai dari kegiatan yang kurang prioritas, dana yang masih diblokir, sisa tender, kegiatan yang dibatalkan. Lalu dari belanja barang, khususnya belanja yang tidak mendesak seperti perjalanan dinas, baik dalam negeri dan luar negeri, lalu pertemuan seperti rapat, seminar, workshop, serta penyelenggaraan event. Sedangkan dari belanja modal bisa berasal dari anggaran yang masih diblokir, dalam proses tender, dan sisa lelang. Dari sini, dia mengestimasi ada potensi dana sekitar Rp 5-Rp 10 triliun yang bisa direalokasi untu...

Bank Jual Dolar Sudah Tembus Rp 16.000, Simak Daftarnya

Gambar
OKEZONE.ASIA - Nilai tukar rupiah pagi ini, Kamis (19/3), pukul 10.02 WIB, terus bergerak melemah ke level Rp 15.387 per dolar AS. Sementara di perbankan tanah air, bank sudah menjual satu dolar AS di angka Rp 16.000. Berikut daftar nilai tukar rupiah terhadap dolar hari ini: Bank Mandiri: kurs jual Rp 15.990 BCA: kurs jual di Rp 15.980 BNI: kurs jual di Rp 15.900 BRI: kurs jual di Rp 15.600 Panin: kurs jual di Rp 16.005 Terkait rupiah yang terus bergerak lemah, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, mengatakan pasar masih mengantisipasi perlambatan ekonomi karena pandemi Virus Corona baru atau COVID-19. "Tekanan untuk rupiah kemungkinan masih bisa berlanjut hari ini, meskipun BI memberikan stimulus," ujar Ariston, Kamis (19/3). Sumber: jpnn.com

Rupiah Tembus Rp 16 Ribu Per Dolar AS, IHSG Anjlok

Gambar
OKEZONE.ASIA - Rupiah semakin anjlok. Nilai mata uang Indonesia babak belur di tengah pandemik virus corona (Covid-19). Setelah tembus Rp 15.000 per dolar AS pada Selasa lalu (17/3). Hari ini, Kamis (19/3), rupiah tembus Rp 16.000 per dolar AS, tepatnya Rp 16.052 per dolar AS pada pukul 10.32 WIB. Angka tersebut adalah lebih rendah dari nilai tukar rupiah pada Juli 1998 atau ketika krisis moneter. Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia terkoreksi sebesar 5,29 persen atau berada di angka 4.101. Saat ini, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 227 orang dengan 19 meninggal dunia dan 11 telah pulih. Sumber: rmol.id

Benar Kata RR, Infrastruktur Program Jangka Panjang, Yang Mendesak Adalah Penyelamatan Ekonomi

Gambar
OKEZONE.ASIA - Ekonom senior Dr. Rizal Ramli menyarankan, untuk mengurangi dampak virus corona baru (Covid-19) terhadap ekonomi, ini waktunya untuk menggeser secara radikal dengan melakukan realokasi APBN 2020. Pemerintah harus berani moratorium proyek-proyek infrastruktur besar 2020. Anggaran itu selanjutnya dialokasikan hanya untuk sektor kesehatan, makanan dan daya beli rakyat miskin. Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya'roni menyambut baik saran dari begawan ekonomi kerakyatan itu. Menurutnya, infrastruktur adalah program jangka panjang. Sekarang yang mendesak adalah penyelamatan ekonomi dari dampak corona. "Program-program jangka pendek harus dimasifkan sebagai stimulus perekonomian agar tidak ambruk," ujar Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/3). Jelas dia, saat ini dengan adanya arahan Presiden Joko Widodo untuk belajar, bekerja dan beribadah di rumah, sudah berimbas ke pedagang kecil yang anjok omsetnya. ...

Wabah Corona, Buruh Tunda Aksi Besar-besaran Tolak Omnibus Law

Gambar
OKEZONE.ASIA - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) memastikan untuk menunda aksi massa besar-besaran penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.  Rencananya, MPBI yang membawahi tiga konfederasi besar buruh yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) akan menggelar aksi pada Senin 23 Maret 2020. Namun, mewabahnya virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia membuat aksi ditunda sementara. Dalam kesempatan sebelum konferensi pers, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea meminta semua yang hadir untuk berdoa atas peristiwa kecelakaan yang menimpa anggota KSPSI Suwarto. Ia tewas dalam kecelakaan usai aksi tolak Omnibus Law di Bekasi. Serta ada 4 anggota KSBSI yang juga tewas dalam kecelakaan di Pasuruan saat memperjuangkan hak-haknya. Andi mengatakan, MPBI berempati terhadap situasi dan kondisi nasional saat ini. "MPBI berharap pemerintah dan DPR juga berempati dengan si...